Memilih home carer bukan keputusan yang sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan profil, pengalaman kerja, atau tarif yang ditawarkan. Keluarga juga perlu mengetahui bagaimana seseorang menghadapi situasi nyata ketika memberikan bantuan di rumah. Salah satu cara untuk mendapatkan gambaran tersebut adalah melalui wawancara yang terencana.

Wawancara memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk saling memahami. Keluarga dapat menjelaskan kebutuhan penerima perawatan, sementara kandidat dapat menerangkan pengalaman, keterampilan, pendekatan kerja, dan batas tanggung jawabnya.

Percakapan yang baik tidak harus terasa seperti ujian formal. Namun, pertanyaannya perlu cukup spesifik agar keluarga memperoleh informasi yang berguna sebelum membuat kesepakatan.

1. Awali dengan Pertanyaan tentang Motivasi dan Pengalaman

Pertanyaan pembuka membantu keluarga memahami alasan seseorang memilih pekerjaan perawatan serta pengalaman yang dimilikinya.

Jangan hanya menanyakan berapa lama kandidat bekerja. Cari tahu juga jenis pekerjaan yang pernah dilakukan dan bagaimana pengalaman tersebut berkaitan dengan kebutuhan keluarga.

Beberapa pertanyaan yang dapat digunakan:

  • Apa yang membuat Anda tertarik bekerja sebagai home carer?
  • Sudah berapa lama Anda bekerja di bidang perawatan?
  • Jenis bantuan apa yang paling sering Anda berikan sebelumnya?
  • Apakah Anda pernah mendampingi orang dengan kebutuhan yang serupa?
  • Pengalaman apa yang paling banyak membantu Anda dalam pekerjaan ini?

Perhatikan apakah jawaban kandidat memberikan contoh yang jelas. Seseorang yang pernah memberikan pendampingan kepada orang dengan mobilitas terbatas, misalnya, seharusnya dapat menjelaskan bentuk bantuan yang pernah dilakukan tanpa melebih-lebihkan kemampuannya.

Keluarga juga dapat menanyakan apa yang dipelajari kandidat dari pengalaman sebelumnya. Jawaban tersebut bisa memperlihatkan kemampuan refleksi dan kesediaannya untuk terus meningkatkan keterampilan.

2. Tanyakan Cara Kandidat Memahami Kebutuhan Penerima Perawatan

Setiap orang memiliki rutinitas, kebiasaan, dan preferensi yang berbeda. Home carer perlu memahami bahwa tugasnya bukan mengambil alih seluruh keputusan penerima perawatan, melainkan membantu sesuai kebutuhan dan kesepakatan.

Cobalah mengajukan pertanyaan berikut:

  • Bagaimana Anda mengetahui bantuan seperti apa yang dibutuhkan seseorang?
  • Bagaimana cara Anda menghormati kebiasaan dan pilihan penerima perawatan?
  • Apa yang Anda lakukan apabila seseorang lebih memilih mengerjakan aktivitasnya sendiri?
  • Bagaimana Anda membantu seseorang tanpa membuatnya merasa kehilangan kemandirian?

Jawaban yang baik seharusnya menunjukkan bahwa kandidat bersedia mendengarkan, meminta persetujuan, dan menyesuaikan pendekatan dengan kemampuan individu.

Misalnya, seseorang mungkin masih mampu memilih pakaian dan menyiapkan sebagian aktivitas pagi. Caregiver sebaiknya memberikan bantuan pada bagian yang diperlukan, bukan langsung mengambil alih seluruh kegiatan.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip person-centred care yang digunakan dalam standar layanan perawatan di Inggris. Care Quality Commission menekankan bahwa layanan harus memperhatikan kebutuhan dan preferensi setiap individu.

3. Gunakan Pertanyaan Situasional untuk Menilai Cara Mengambil Keputusan

Pertanyaan situasional membantu keluarga mengetahui bagaimana kandidat kemungkinan bertindak ketika menghadapi masalah sehari-hari.

Daripada hanya bertanya apakah seseorang mampu menghadapi situasi sulit, berikan contoh kondisi yang mungkin terjadi selama pekerjaan.

Situasi pertama: penerima perawatan menolak bantuan.

Tanyakan:

“Jika orang yang Anda dampingi menolak bantuan mandi atau berpakaian, apa yang akan Anda lakukan?”

Jawaban yang perlu diperhatikan adalah kesediaan menghormati keputusan individu, mencari tahu alasan penolakan, menghindari tindakan memaksa, dan mengikuti rencana perawatan atau prosedur eskalasi yang sesuai.

Situasi kedua: terjadi perubahan kondisi.

Tanyakan:

“Bagaimana Anda bertindak apabila seseorang terlihat jauh lebih lemah atau kebingungan dibandingkan biasanya?”

Kandidat seharusnya memahami pentingnya mengamati perubahan, mencatat informasi yang relevan, menghubungi pihak yang bertanggung jawab, dan mengikuti prosedur keadaan darurat bila diperlukan.

Situasi ketiga: terjadi keterlambatan jadwal.

Tanyakan:

“Jika Anda mengalami masalah perjalanan dan tidak dapat datang tepat waktu, bagaimana Anda memberi tahu keluarga atau penerima perawatan?”

Jawaban yang baik perlu menunjukkan komunikasi yang terbuka, pemberitahuan sedini mungkin, dan pemahaman bahwa keterlambatan dapat memengaruhi keselamatan atau rutinitas seseorang.

4. Bahas Kemampuan Menjaga Keselamatan di Rumah

Keselamatan merupakan bagian penting dalam pekerjaan home care. Kandidat harus memahami bahwa bantuan sehari-hari dapat memiliki risiko apabila dilakukan tanpa perencanaan.

Pertanyaan yang dapat diajukan meliputi:

  • Bagaimana Anda membantu seseorang yang mengalami kesulitan berjalan?
  • Apa yang Anda periksa sebelum membantu seseorang berpindah dari tempat tidur ke kursi?
  • Bagaimana Anda menjaga lingkungan tetap aman selama melakukan pekerjaan?
  • Apa yang Anda lakukan apabila seseorang mengalami kecelakaan atau terjatuh?
  • Bagaimana Anda melaporkan kejadian yang berpotensi membahayakan penerima perawatan?

Jangan puas dengan jawaban umum seperti “saya akan berhati-hati”. Mintalah kandidat menjelaskan langkah yang akan diambil dan bagaimana ia mengetahui batas kemampuannya.

Misalnya, bantuan mobilitas tertentu dapat memerlukan pelatihan dan peralatan khusus. Kandidat seharusnya tidak melakukan tindakan yang belum dikuasainya hanya karena keluarga meminta bantuan.

Untuk keadaan darurat, pastikan kandidat memahami kapan harus menghubungi layanan darurat dan siapa yang perlu diberi tahu setelah situasi awal ditangani.

5. Tanyakan Cara Menjaga Komunikasi dan Privasi

Home carer mungkin mengetahui berbagai informasi pribadi selama bekerja di rumah seseorang. Karena itu, keluarga perlu memahami bagaimana kandidat menjaga kerahasiaan dan berkomunikasi dengan pihak terkait.

Pertanyaan yang dapat digunakan antara lain:

  • Bagaimana Anda menyampaikan perubahan kondisi kepada keluarga?
  • Bagaimana Anda menjaga informasi pribadi penerima perawatan?
  • Apa yang akan dilakukan jika keluarga meminta informasi yang tidak seharusnya dibagikan?
  • Bagaimana Anda menghadapi perbedaan pendapat dengan penerima perawatan?
  • Bagaimana cara Anda memastikan instruksi yang diterima sudah dipahami dengan benar?

Pilih kandidat yang memahami bahwa informasi pribadi tidak boleh dibicarakan sembarangan. Komunikasi harus dilakukan melalui jalur yang disepakati dan hanya melibatkan pihak yang berwenang.

Perhatikan juga cara kandidat berbicara selama wawancara. Kemampuan mendengarkan, menjelaskan sesuatu dengan jelas, dan menerima masukan merupakan bagian penting dalam hubungan perawatan.

6. Pastikan Keterampilan dan Pelatihan Sesuai dengan Pekerjaan

Tidak semua home carer memiliki pelatihan yang sama. Karena itu, keluarga perlu mengetahui kemampuan yang benar-benar dimiliki kandidat.

Tanyakan beberapa hal berikut:

  • Pelatihan apa yang pernah Anda selesaikan?
  • Apakah Anda mempunyai pengalaman memberikan personal care?
  • Apakah Anda pernah mengikuti pelatihan pertolongan pertama?
  • Apakah Anda terlatih membantu mobilitas menggunakan peralatan tertentu?
  • Bagaimana Anda memperbarui pengetahuan dan keterampilan?
  • Apakah ada tugas yang tidak dapat Anda lakukan karena keterbatasan pelatihan?

Sesuaikan pertanyaan dengan kebutuhan penerima perawatan. Jika pekerjaan hanya membutuhkan pendampingan sosial dan bantuan rumah tangga ringan, keluarga tidak harus menuntut seluruh pelatihan yang diperlukan dalam layanan klinis.

Namun, apabila pekerjaan melibatkan bantuan kompleks, mintalah bukti pelatihan dan pastikan kompetensi kandidat sesuai dengan aktivitas yang akan dilakukan.

Skills for Care menekankan bahwa proses perekrutan yang aman perlu mempertimbangkan keterampilan, perilaku, nilai, referensi, riwayat pekerjaan, serta pemeriksaan yang sesuai. Tidak ada satu pemeriksaan saja yang cukup untuk menilai kelayakan seseorang.

7. Klarifikasi Jadwal, Tanggung Jawab, dan Kondisi Kerja

Kesalahpahaman tentang jadwal atau pekerjaan dapat menimbulkan persoalan setelah layanan dimulai. Karena itu, bagian administratif sebaiknya dibicarakan sebelum keluarga membuat keputusan.

Pertanyaan penting yang perlu disampaikan:

  • Hari dan jam berapa Anda tersedia?
  • Apakah Anda bersedia bekerja pada akhir pekan atau malam hari?
  • Apakah Anda dapat memberikan layanan secara rutin?
  • Bagaimana jika terjadi perubahan jadwal?
  • Apakah tugas rumah tangga tertentu termasuk dalam layanan?
  • Berapa tarif yang Anda tetapkan dan bagaimana sistem pembayarannya?
  • Bagaimana pengaturan jika Anda sakit atau mengambil cuti?

Pastikan semua jawaban dibandingkan dengan kebutuhan yang sudah disusun keluarga sebelumnya.

Apabila merekrut langsung, keluarga juga perlu memahami status hubungan kerja dan kewajiban yang mungkin muncul sebagai pemberi kerja. Jika menggunakan agensi, tanyakan prosedur pengganti serta jalur pengaduan yang tersedia.

NHS merekomendasikan agar keluarga menanyakan biaya, pelatihan, pengalaman dengan kebutuhan serupa, ketepatan waktu, dan mekanisme komunikasi sebelum menggunakan layanan home care.

8. Ketahui Cara Kandidat Menghadapi Tekanan Pekerjaan

Pekerjaan perawatan terkadang melibatkan perubahan rutinitas, kebutuhan mendadak, dan interaksi dengan orang yang sedang mengalami kesulitan.

Keluarga sebaiknya mengetahui bagaimana kandidat mengelola situasi tersebut tanpa melampiaskan tekanan kepada penerima perawatan.

Pertanyaan yang dapat diajukan:

  • Bagaimana Anda mengatur pekerjaan ketika beberapa tugas harus diselesaikan dalam waktu berdekatan?
  • Apa yang Anda lakukan ketika merasa tidak mampu menangani suatu situasi?
  • Bagaimana Anda mengelola perbedaan pendapat dengan keluarga?
  • Kapan Anda memutuskan untuk meminta bantuan supervisor atau tenaga profesional?
  • Bagaimana Anda menjaga kualitas pelayanan ketika jadwal sedang padat?

Jawaban kandidat sebaiknya memperlihatkan kemampuan mengenali batas diri, berkomunikasi, dan meminta bantuan pada waktu yang tepat.

Keluarga tidak perlu mencari orang yang mengaku selalu mampu menghadapi segala situasi. Justru pemahaman terhadap keterbatasan dan prosedur keselamatan merupakan hal yang perlu dihargai.

9. Akhiri Wawancara dengan Kesepakatan Langkah Berikutnya

Setelah seluruh pertanyaan utama dibahas, berikan kesempatan kepada kandidat untuk mengajukan pertanyaan.

Mereka mungkin ingin mengetahui kondisi rumah, tugas yang harus dilakukan, kebiasaan penerima perawatan, jadwal kerja, atau informasi mengenai perlengkapan yang tersedia.

Apabila kedua pihak tertarik melanjutkan proses, sepakati pemeriksaan dokumen yang masih diperlukan, referensi, ketentuan kerja, dan pertemuan lanjutan jika dibutuhkan.

Jangan memberikan keputusan perekrutan hanya karena percakapan berlangsung menyenangkan. Gabungkan hasil wawancara dengan verifikasi identitas, referensi, pemeriksaan latar belakang yang sesuai, serta penilaian kemampuan.

Skills for Care merekomendasikan proses perekrutan yang terstruktur, termasuk pemeriksaan identitas dan referensi, peninjauan riwayat pekerjaan, serta evaluasi kandidat berdasarkan keterampilan dan nilai yang dibutuhkan.

Wawancara merupakan kesempatan penting bagi keluarga untuk memahami cara seorang home carer bekerja, mengambil keputusan, berkomunikasi, dan menghormati kebutuhan penerima perawatan.

Pertanyaan yang baik tidak hanya membahas pengalaman atau sertifikat, tetapi juga meminta contoh perilaku dalam situasi nyata. Dengan cara ini, keluarga dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kesiapan dan kesesuaian kandidat.

Sebelum memutuskan, cocokkan jawaban wawancara dengan dokumen, referensi, jadwal, dan kebutuhan pekerjaan. Proses yang terencana membantu membentuk hubungan kerja yang lebih jelas serta mendukung perawatan di rumah yang aman, penuh perhatian, dan menghormati kemandirian penerima layanan.